Sunday, December 11, 2011

Hama penyakit cabe rawit


Hama penyakit cabe rawit
Perubahan cuaca sering menjadi penyebab utama berkembangya hama penyakit cabai rawit. Kondisi yang tidak stabil diperparah dengan penannaman yang terlalu rapat juga menjadi factor  utama  munculnya berbagai penyakit cabai rawit. Untuk mengatasi nya , pada umumnya digunakan pengendalian secara konversional, yaitu penggunaan pestisida secara intensif. Pemeliharan tanaman dengan menjaga kebersihan tempat tanam merupakan syarat utama disampingpenggunaan  pestisida secara bijaksana.
Beberapa penyakit cabai di antaranya :
1.       Layu bakteri (ralstonia solanacarum), penyakit ini ditandai dengan daun layumulai dari pucuk hingga bagian bawah. Apabila batang, cabang, atau pangkal batang dibelah akan terlihat warna coklat kehitaman dan membusuk. Cabai yang terserang layu baktery bila dicelupkan ke dalam air akan keluar lender berwarna putih. Serangan dapat menular melalui air yang tercemar.
Peanggulangan :
Celupkan bibit cabai rawit ke dalam air yang di beri bakterisida agrimycin. Drainese disekitar bedengan di perbaiki agar tidak becek/ berlumpur.
2.       Layu cendawan (sclerotium sacc..,penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan yang menyebabkan layu tanaman secara tiba-tiba daun berubah menjadi kuning dan lama kelamaan menjadi coklat. Biasanya menyerang leher akar yang di tandai dengan adanya mycelium berwarna putih.
Pengendalian :
Dengan menggunakan pemberian kapur pada saat pengolahan tanah, pergiliran tanaman dan perlakuan tanah dengan basamin-G.
3.       Busuk daun, hawar, lodoh, yang di sebabkan oleh phytopthora capsici, biasanya yang di serang adalah batang, daun, dan buah. Cirri-cirinya adanya bercak-bercak kecil di tepid an bentuknya tidak beraturan dan akhirnya akan menyebar ke seluruh daun. Tanda serangan adanya bercak basah dan akan meluas sehingga akan membusuk sehingga buah akan terlepas dari tanggkainya.
Penanggulangan :
Dengan menggunakan Ridomil mz, sandovan mz. Kocide atau polyran.
4.       Embun tepung (powdery mildew), disebabkan oleh cendawan leveilula taurica, biasanya menyerang tanaman cabai yang di tanam pada dataran tinggi dengan ketinggian sekitar  700 m di atas permukaan laut. Penyakit ini di tandai dengan adanya bercak pada permukaan daun berwarna kekuningan, jika daun di balik akan tampak tepung berwara putih ke abu-abuan. Serangan  di mulai dari daun tua akan menyebar ke daun muda.
Penanggulangan :
Dengan menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazim. Sedangkan embun tepungnya disebabkan oleh cendawan oidiopsis sicula scald dan dikendalikan dengan afugen 300 ec dan rubigan 120 ec.
5.       Bercak daun di sebabkan oleh cercospora capsici, tandanya adalah bercak-bercak bulat pada daun, merupakan cirri khas serangan cercospora capsici. Warna bagian dalam lingkaran berbeda dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas mecapai sekitar 0,5 cm. warna bercak pucat sampai putih dengan lebih tua pada bagian tepinya. Bagian batang dan tangkai daun juga diserang.
Penanggulangan :
Menggunakan fugisida tpsin, velimek, benlate, derasol, score secara bergantian, di samping menjaga kebersiahan tempat tanam.
6.       Layu fusarium, disebabkan oleh cendawan fusarium oxyporium f.sp. capsici, fusarium akan mengganas pada tanah masam. Tanda serangan fusarium adanya tajuk cabai yang menguning dan tulang daun bagian atas warnanya memucat dan tangkanya merunduk. Apabila pangkal batang dekat akar ditoreh akan tampak cincin coklat kehitaman diikuti busuk basah pada pembuluh akar.
Penanggulangan :
Dengan memberikan kapur pada tanah agar ph tanah sesuai dan tidak masam. Hindari adanya genangan air pada bedengan dan rendaman benih cabai dengan larutan banlate selama 10 menit.
7.       Bercak alternaria, disebabkan oleh cendawan alternaria asolani ell & marf. Bercak ini disebabkan oleh cendawan dengan gejala serangan timbulnya bercak warna coklat tua sampai kehitaman dengan lingkaran konsentria, membesar dan akhirnya bergabung menjadi satu.
Pengendalian :
Dengan cara penyemprotan fungisida sandonfon 10/56 wp, kocide 77 wp atau polyram 80 wp secara berseling.
8.       Bercak bakteri xanthomonas  campestris pv. Vesicatoria, pathogen ini menyerang daun, buah dan batang. Di tempat yang diserang akan menimbulkan bintik-bintik berwarna coklat dibagian tengah dan di kelilingi lingkaran klorosis tidak beraturan. Gejalanya sangant jelas terlihat di permukaan daun sebelah atas. Pada buahnya di tandai dengan bercak coklat.
Penanggulangan :
Dengan merendam benih dengan menggunakan bakterisida berbahan aktif stretomicyn sulfat dan oksitetrasiklin. Buang jauh dari d pertanaman daun, ranting dan buah yang terinfeksi cendawan ini. Lakukan rotasi benih yang di tanam, agar terputus cendawan tersebut. Selain itu dapat pula digunakan fungisida berbahan aktif tembaga seperti kocida wdc, cupravit dan trimiltox

0 komentar:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons